Breaking news

Kamis, 22 Oktober 2026

Oktober 22, 2026

Tulang Bawang Barat: Dimas Telah Tiada, "Namun Ceritanya Masih Membekas" Dalam Kesadaran Kita!

Penulis:

Ahmad Basri

(Advokat dan Pemerhati Sosial)


Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Pagi ini, Jumat, saya membaca pemberitaan di media online Media Panglima, Kamis, 22 Oktober 2026, berjudul “9 Bulan Dimas Berjuang Melawan Penyakit Tumor Ganas Hingga Berpulang.”


Berita itu bukan sekadar kabar tentang kepergian seorang anak. Di baliknya, tersimpan pertanyaan besar tentang tanggung jawab kemanusiaan dan keberpihakan kita kepada keluarga miskin yang menghadapi musibah.


Dimas masih duduk di kelas IV sekolah dasar. Pada usia ketika seorang anak semestinya belajar, bermain, dan merangkai cita-cita, ia justru harus berjuang melawan tumor ganas selama sembilan bulan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.


Dimas telah tiada. Namun, kisah perjuangannya tidak boleh berhenti sebagai berita yang dibaca pagi ini, dibicarakan hari ini, lalu dilupakan esok hari.


Persoalan yang harus kita renungkan

sembilan bulan bukan waktu yang singkat. Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, menghadapi penyakit serius selama itu bukan hanya ujian fisik bagi seorang anak, melainkan juga beban berat bagi seluruh keluarga: mencari pengobatan, memenuhi kebutuhan hidup, mengurus administrasi, menanggung biaya perjalanan, dan mempertahankan harapan.


Persoalannya bukan semata-mata bahwa Dimas telah meninggal dunia. Persoalan yang lebih besar adalah apakah selama sembilan bulan perjuangannya, lingkungan sosial dan institusi yang seharusnya hadir telah benar-benar menjalankan perannya.


Pertanyaan ini bukan untuk menghakimi siapa pun.

Kita tidak memiliki seluruh informasi mengenai upaya yang mungkin telah dilakukan oleh berbagai pihak. Karena itu, tidak adil apabila kita langsung menyimpulkan bahwa semua pihak telah abai.


Kisah Dimas tetap layak menjadi bahan evaluasi. Ketika sebuah keluarga tidak mampu menghadapi penyakit berat, apakah mereka benar-benar sendirian? Apakah mereka mengetahui ke mana harus meminta pertolongan? Apakah ada pihak yang mendampingi mereka memahami prosedur, mengakses layanan kesehatan, dan memperoleh bantuan yang tersedia?


Jangan sampai ada keluarga yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan, tetapi tidak mengetahui prosedurnya. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan pertolongan, tetapi tidak pernah teridentifikasi oleh perangkat pemerintahan di lingkungannya. Jangan sampai bantuan tersedia, tetapi orang yang paling membutuhkan justru tidak tahu bagaimana cara mengaksesnya.


Kemiskinan bukan hanya persoalan tidak memiliki uang. Kemiskinan juga dapat berarti keterbatasan informasi, akses, pengetahuan administratif, transportasi, dan kemampuan untuk memperjuangkan hak-hak dasar.


Evaluasi Peran Pihak Terkait

Dalam situasi seperti yang dialami Dimas, tanggung jawab sosial tidak semestinya dibebankan hanya kepada keluarga. Ada banyak pihak yang memiliki peran penting.


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memastikan bahwa keluarga miskin yang menghadapi penyakit berat dapat teridentifikasi dan memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan, rujukan, pembiayaan, serta bantuan yang sesuai dengan ketentuan.


Pertanyaannya, apakah kondisi keluarga dan kebutuhan pengobatan Dimas telah terdata? Apakah ada mekanisme yang memungkinkan petugas mengetahui ketika seorang warga miskin menghadapi penyakit serius? Apakah pendampingan diberikan sejak keluarga mulai mengalami kesulitan, bukan hanya ketika masalah telah menjadi pemberitaan?


BAZNAS juga memiliki peran penting dalam menjangkau keluarga miskin yang membutuhkan pertolongan. Lembaga sosial tidak semestinya hanya menunggu permohonan datang, sebab tidak semua keluarga memiliki pengetahuan, keberanian, atau kemampuan untuk mengajukan bantuan.


Pemerintah tiyuh, kepala tiyuh, RT, dan RW merupakan pihak yang paling dekat dengan warga. Mereka semestinya mampu mengenali kondisi masyarakatnya, terutama keluarga yang mengalami kemiskinan, penyakit berat, atau keadaan darurat. Ketika ada warga yang kesulitan, perangkat pemerintahan di tingkat paling bawah seharusnya menjadi pintu pertama untuk mengarahkan mereka kepada layanan yang tersedia.


Lingkungan sekolah juga tidak boleh diabaikan. Dimas adalah seorang peserta didik. Sekolah semestinya memiliki kepekaan terhadap kondisi kesehatan dan sosial siswanya. Ketika seorang anak menghadapi penyakit berat, sekolah dapat berperan melalui komunikasi dengan keluarga, dukungan psikososial, koordinasi dengan pihak terkait, dan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak.


Masyarakat pun memiliki peran. 

Menyampaikan informasi, menghubungkan keluarga dengan lembaga yang tepat, membantu transportasi, atau mendampingi pengurusan administrasi dapat menjadi bentuk solidaritas yang berarti.


Prosedur memang penting. Tata kelola bantuan harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, prosedur seharusnya menjadi jalan untuk menghadirkan pertolongan, bukan tembok yang membuat orang miskin semakin sulit menjangkaunya.


Jika sebuah keluarga tidak memahami prosedur, pihak yang menguasainya semestinya membantu menjelaskan. Jika keluarga tidak mengetahui lembaga yang harus dihubungi, perangkat pemerintahan perlu mengarahkan. Jangan menunggu sampai mereka mampu berbicara dengan bahasa administrasi yang dipahami birokrasi.


Kehadiran Negara Diuji oleh Nasib Warga yang Rentan

Kita tidak sedang mengatakan bahwa bantuan pasti dapat menyelamatkan setiap orang dari penyakit ganas. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa kehadiran bantuan tertentu akan mengubah akhir perjalanan Dimas. Penyakit memiliki kompleksitas medisnya sendiri, dan tidak setiap perjuangan berakhir dengan kesembuhan.


Setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang layak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Setiap keluarga juga berhak memperoleh informasi dan akses terhadap bantuan yang tersedia tanpa harus menghadapi sistem yang rumit sendirian.


Kalaupun pada akhirnya nyawa seseorang tidak dapat diselamatkan, kita tetap berkewajiban memastikan bahwa selama perjuangan itu berlangsung, ia tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pertolongan yang semestinya.


Di sinilah makna kehadiran negara diuji. Bukan semata-mata melalui program yang tertulis dalam dokumen perencanaan atau angka anggaran yang dialokasikan, melainkan melalui kemampuan memastikan bahwa warga yang membutuhkan benar-benar dapat menjangkau layanan.


Cerita Dimas perlu menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi mekanisme pendataan, komunikasi, rujukan, dan penyaluran bantuan kepada keluarga miskin yang menghadapi penyakit berat. Apakah mekanisme tersebut sudah tersedia?


Jika sudah, apakah pelaksanaannya telah menjangkau warga yang paling membutuhkan? Jika belum berjalan dengan baik, apa yang harus diperbaiki? Jika terdapat kelemahan koordinasi, siapa yang harus memastikan agar kelemahan itu tidak terus berulang?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih bermanfaat daripada sekadar menyampaikan kesedihan, lalu melanjutkan kehidupan seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


Jangan Biarkan Pertolongan Datang Terlambat. Kita tidak ingin Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali dihadapkan pada cerita serupa. Kita tidak ingin ada keluarga lain yang menghadapi penyakit berat tanpa mengetahui ke mana harus meminta pertolongan. Kita tidak ingin ada anak lain yang kisah perjuangannya baru menjadi perhatian luas setelah ia meninggal dunia.


Jangan sampai perhatian kita baru muncul setelah semuanya terlambat. Jangan sampai ucapan belasungkawa lebih mudah ditemukan daripada upaya nyata untuk memastikan keluarga rentan memperoleh pendampingan ketika menghadapi kesulitan.


Perhatian sosial harus diterjemahkan menjadi tindakan, sistem yang bekerja, koordinasi yang nyata, dan keberanian untuk memperbaiki kekurangan.


Pemerintah tidak cukup hanya hadir ketika persoalan telah menjadi pemberitaan. 

Perangkat tiyuh tidak cukup hanya mengetahui warganya ketika terjadi peristiwa yang menyita perhatian. Lembaga sosial tidak cukup hanya menunggu permohonan datang. Sekolah dan masyarakat pun tidak semestinya menganggap persoalan keluarga miskin sebagai urusan pribadi yang sepenuhnya berada di luar tanggung jawab sosial.


Kita membutuhkan sistem yang mampu mengenali kebutuhan warga sebelum mereka kehilangan kemampuan untuk meminta pertolongan. Tulisan ini bukan tentang mencari siapa yang harus dipersalahkan atas kepergian Dimas. Ini adalah ajakan untuk memeriksa kembali cara kita memperlakukan warga yang paling rentan.


Dimas telah tiada. Tidak ada kata-kata yang dapat mengembalikan kehidupannya. Tidak ada tulisan yang mampu menghapus kesedihan keluarganya. Namun, kisahnya masih menyisakan tanggung jawab bagi kita yang masih hidup.


Jangan biarkan Dimas hanya menjadi berita yang dibaca pagi ini, dibicarakan hari ini, lalu dilupakan esok hari. Biarlah kisahnya menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai program pembangunan, agenda politik, dan kesibukan birokrasi, masih ada keluarga-keluarga miskin yang membutuhkan perhatian nyata. Mereka tidak selalu mampu bersuara, memahami jalur administrasi, atau memiliki keberanian untuk meminta bantuan.


Mereka mungkin tidak datang mengetuk pintu kantor pemerintahan. Mereka mungkin tidak tahu harus menghubungi siapa. Namun, ketidakmampuan mereka meminta pertolongan bukan berarti kebutuhan mereka tidak ada. Jangan menunggu keluarga miskin datang meminta bantuan. Kenali kebutuhan mereka dan pastikan jalur layanan dapat dijangkau ketika mereka menghadapi kesulitan.


Ukuran kemajuan sebuah daerah bukan hanya berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan, berapa besar anggaran yang dibelanjakan, atau berapa banyak program yang diluncurkan. Kemajuan juga harus diukur dari sejauh mana daerah itu mampu melindungi warganya yang paling lemah.


Dimas telah pergi. Tetapi cerita tentang perjuangannya semestinya tetap hidup dalam kesadaran kita. Bukan untuk meratapi kepergiannya tanpa ujung, melainkan untuk memastikan bahwa tanggung jawab tidak berhenti sebagai kewajiban administratif dan kemanusiaan tidak berhenti sebagai slogan.


Jangan sampai Dimas-Dimas berikutnya mengalami perjuangan yang sama dalam kesendirian. Jika ada yang bisa kita perbaiki hari ini, perbaikilah. Jika ada keluarga yang membutuhkan pertolongan, jangkau mereka.


Sebab, pertolongan yang datang terlambat mungkin hanya menyisakan penyesalan, sedangkan kehadiran yang tepat waktu dapat memberikan harapan. (Red)

Oktober 22, 2026

Bupati Ela Siti Nuryamah Jadi Inspektur Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Halaman Kantor Bupati Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung,  bertransformasi menjadi lautan semangat keagamaan dan kebangsaan saat peringatan Hari Santri Nasional 2026 digelar dengan khidmat dan penuh kehangatan, pada kamis 22/10/2026


Acara ini dihadiri oleh ribuan santri yang datang dari berbagai pelosok desa dan kecamatan di seluruh Kabupaten Lampung Timur, membawa semangat kebersamaan yang begitu kuat.


Bupati Lampung Timur, Ibu Ela Siti Nuryamah, hadir langsung dan bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan tersebut. Beliau didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten, para Kyai, Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, serta pengurus Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.


Kehadiran para tokoh agama dan pemuka masyarakat menambah kekhidmatan sekaligus menunjukkan eratnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan di daerah ini.

 

Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan, "Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, saya mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri adalah benteng moral sekaligus pilar strategis pembangunan bangsa."


Lebih lanjut beliau menegaskan, di era modern ini, santri Lampung Timur diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan dan berakhlak mulia, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara ekonomi, serta menjadi pelopor kemajuan daerah.


"Santri bukan hanya simbol spiritualitas dan pilar moral bangsa, tetapi juga motor penggerak peradaban. Di era digital ini, santri dituntut tidak hanya mahir membaca kitab, tetapi juga cerdas bernavigasi di tengah kemajuan zaman tanpa pernah kehilangan jati diri dan identitas kebangsaannya," ujar Bupati Ela.


Sinergi antara ulama dan umaro, antara pesantren dan pemerintah, menjadi kunci utama dalam menjaga kedamaian, keberagaman, sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Timur. 


Tradisi yang dijaga dengan keteguhan hati akan menjadi fondasi kuat untuk melangkah menuju masa depan yang cemerlang, sejalan dengan tema besar peringatan ini: Merawat Tradisi, Menjaga Negeri, Menguasai Masa Depan.


Selamat Hari Santri Nasional 2026! Semoga para santri senantiasa menjadi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak, dan membawa berkah bagi nusa dan bangsa. 


Pengirim berita : Imannurrohim 

Oktober 22, 2026

Hari Ini Banyak Generasi Muda Lampung Tidak Tertarik Bicarakan Adat dan Budaya

Penulis :

Ahmad Basri 

Ketua : K3PP Tubaba 


Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | -  Banyak generasi muda Lampung hari ini tampaknya tidak lagi begitu tertarik membicarakan persoalan adat dan kebudayaan daerahnya sendiri.


Mereka lebih tertarik pada dunia baru, dengan segala perkembangan, pencapaian, dan peluang yang ditawarkannya.


Sementara itu, adat dan kebudayaan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang penuh dengan tetek bengek, aturan, serta tradisi masa lalu yang tidak selalu relevan dengan kehidupan modern.


Bagi sebagian generasi muda, berbicara tentang adat dan kebudayaan seolah-olah hanya membicarakan kekolotan berpikir.


Adat dianggap sebagai representasi masa lalu, sesuatu yang diwariskan oleh generasi terdahulu, tetapi tidak selalu memiliki tempat penting dalam membicarakan masa depan.


Sebaliknya, diskusi tentang masa depan, kemajuan teknologi, pendidikan, karier, bisnis, dan berbagai pencapaian hidup terasa jauh lebih menarik.


Di dalamnya ada semangat untuk bergerak maju, mengejar perubahan, dan menjadi bagian dari dunia yang terus berkembang. 


Generasi muda memang harus memiliki orientasi ke depan, berpikir terbuka, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Adat kebudayaan yang kolot akan ditinggalkan. (Red)

Oktober 22, 2026

Wabup Ardani Hadiri Upacara Hari Santri di Ogan Ilir Tahun 2026

Ogan Ilir | Prokontra.news | - Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (22/10/2026).Upacara tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, para ulama, pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir.Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. 


Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan ulama serta santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 


Perjuangan tersebut tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. 


Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, tema tersebut mengandung pesan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa.


Jika dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.


Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, juga menyampaikan pentingnya peran pondok pesantren dalam menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, apabila ketiga fungsi tersebut dijalankan secara optimal, pesantren akan semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional sekaligus menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Meski demikian, pesantren diharapkan tetap menjaga jati diri serta tradisi luhur yang selama ini menjadi fondasi pendidikan dan pembentukan karakter para santri.


Dalam penutup amanatnya, Ardani menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya menjadi milik kalangan santri dan pesantren, melainkan juga seluruh rakyat Indonesia yang menghargai sejarah perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air. 


“Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, bukan hanya milik umat Islam, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya, sebab itu adalah bagian dari iman,” ucap Ardani. 


Ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, diharapkan semangat perjuangan, nilai keagamaan, kecintaan terhadap tanah air, serta komitmen dalam menuntut ilmu terus tumbuh di kalangan santri sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.


Pengirim berita ; Aprianto 

Oktober 22, 2026

Bupati Ela Siti Nuryamah Buka Seminar "Ekonomi Pesisir Berbasis Koperasi di Lamtim"

Lampung Timur | Prokontra.news | - Membangkitkan potensi ekonomi masyarakat pesisir menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui penyelenggaraan Seminar Hasil Survei Peran Pedagang Pengumpul di Wilayah Pesisir. 


Kegiatan tersebut, bertempat di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Lampung Timur, Ibu Ela Siti Nuryamah, pada Kamis 22/10/2026


Mengusung tema "Pengembangan Ekonomi Pesisir Berkeadilan Berbasis Koperasi", seminar ini menjadi langkah strategis dalam memetakan potensi sekaligus tantangan pembangunan ekonomi di kawasan pesisir Kabupaten Lampung Timur.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kehadiran para pedagang pengumpul memiliki peran yang sangat vital sebagai penghubung rantai pasok ekonomi masyarakat pesisir. Peran ini perlu diperkuat dan diintegrasikan ke dalam kelembagaan koperasi, guna mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, transparan, dan pada akhirnya benar-benar mensejahterakan masyarakat pesisir.


Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sinergi yang harmonis antara dunia akademisi, para pelaku usaha, dan kelembagaan koperasi. 


Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir yang berkelanjutan, sehingga koperasi benar-benar berdaya, pedagang makin sejahtera, dan Lampung Timur senantiasa makmur.


Pengirim berita : Imannurohim 

Rabu, 21 Oktober 2026

Oktober 21, 2026

Sekda Rustam Effendi Buka Sosialisasi Anti - Korupsi di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, menggelar kegiatan Sosialisasi Anti-Korupsi, Gratifikasi, Penegakan Disiplin ASN, dan Penerapan Aplikasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). Kegiatan acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Si., Akt., CA., CMA., mewakili Bupati Lampung Timur, pada Rabu (21/10/2026).Pada kesempatan tersebut,  Sekda Rustam Effendi menegaskan pentingnya penguatan Nilai-Nilai Inti ASN BerAKHLAK serta penegakan disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.


Beliau menyampaikan bahwa disiplin dan integritas bukan sekadar aturan administrasi, melainkan identitas moral setiap ASN dalam memberikan pelayanan publik yang prima, transparan, dan akuntabel.


Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat membentengi diri dari praktik gratifikasi dan korupsi, sekaligus siap menyukseskan penerapan sistem manajemen talenta. 


Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Lampung Timur dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, berintegritas, adaptif, dan profesional.


"Teguhkan sikap dalam kejujuran. Dengan tanggung jawab dan integritas tinggi, mari kita bersama menjunjung tinggi nilai integritas demi mewujudkan Lampung Timur yang maju," tegasnya.


Pengirim berita : Imannurrohim

Selasa, 20 Oktober 2026

Oktober 20, 2026

Kadis Parekraf Prov Lampung : Dorong dan Dukung Tiyuh Pagar Dewa Tubaba Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Sejarah"

Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | -  Upaya Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, dalam menggali dan memetakan potensi wisata budaya mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pada Selasa (20/10/2026).Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T., saat melakukan kunjungan dan koordinasi terkait pengembangan potensi wisata budaya di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa.Dalam kesempatan tersebut, Tony menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus berorientasi pada pembangunan objek wisata baru. Kekayaan sejarah, budaya, arsitektur tradisional dan kehidupan masyarakat sehari-hari justru dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun destinasi wisata berbasis budaya.Menurutnya, Pagar Dewa memiliki potensi yang perlu dijaga dan dikembangkan, mulai dari kampung tua, rumah-rumah lama, sejarah masyarakat, bahasa Lampung, kuliner tradisional, adat istiadat hingga berbagai aktivitas kehidupan masyarakat yang masih bertahan.

“Jangan berpikir bahwa wisata itu harus alam atau buatan. Budaya yang kita miliki juga merupakan potensi wisata. Kalau masih ada rumah-rumah lama, jangan cepat-cepat dibangun menjadi rumah tembok semua. Yang lama itu harus kita pertahankan karena memiliki nilai sejarah,” ujar Tony. 


Ia juga mendorong agar sejarah dan identitas Pagar Dewa digali secara lebih serius, termasuk cerita mengenai kampung tua dan berbagai jejak sejarah yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, warisan budaya tidak hanya berbentuk benda atau bangunan. Bahasa Lampung, makanan tradisional, tradisi, adat istiadat dan kehidupan sehari-hari masyarakat juga merupakan bagian penting yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.


“Bagaimana kita membuka diri terhadap dunia luar dan perkembangan teknologi, tetapi tetap mempertahankan budaya yang kita miliki. Itu yang harus kita bangun bersama,” katanya.


Tony berharap seluruh unsur masyarakat dapat terlibat dalam menjaga dan mengembangkan potensi tersebut, sehingga Pagar Dewa benar-benar mampu menjadi salah satu desa wisata budaya yang memiliki karakter dan identitas kuat.


Camat: Pagar Dewa Siap Dikembangkan Berbasis Budaya

Sementara itu, Plt. Camat Pagar Dewa, Deswanto, SH., MH., menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap potensi wisata budaya yang ada di Kecamatan Pagar Dewa.


Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk semakin serius melakukan inventarisasi serta pemetaan terhadap potensi wisata yang selama ini belum seluruhnya tergali.


“Kami dari Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa bersama masyarakat menyambut baik dan sangat mendukung perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pengembangan wisata budaya di Pagar Dewa. Kami memiliki niat dan komitmen untuk menjadikan potensi yang ada sebagai kekuatan wisata berbasis sejarah dan budaya,” ujar Deswanto.


Ia mengatakan, sejumlah potensi telah mulai dipetakan, di antaranya kawasan kampung tua, rumah-rumah tua peninggalan masyarakat, makam yang memiliki nilai sejarah dan religi, potensi susur sungai, kuliner tradisional serta berbagai cerita sejarah dan kearifan lokal masyarakat Pagar Dewa.


“Perangkat dan instrumen pendukung di tingkat tiyuh juga akan kami dorong untuk disiapkan. Kita ingin pengembangan ini bukan sekadar membuat tempat wisata, tetapi bagaimana identitas, sejarah dan budaya Pagar Dewa tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.


Deswanto menambahkan, pengembangan wisata budaya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok sadar wisata dan generasi muda.


“Kita ingin masyarakat menjadi bagian utama dari proses ini. Karena yang memiliki cerita, budaya dan sejarahnya adalah masyarakat itu sendiri. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, mengkoordinasikan dan membuka ruang agar potensi tersebut dapat dikembangkan,” ujarnya.


Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat terus berlanjut, terutama dalam aspek pembinaan, penguatan kelembagaan, promosi, peningkatan kapasitas masyarakat serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung.


Dihadiri Sejumlah Unsur

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat, jajaran Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa, Kepala Tiyuh Pagar Dewa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat serta sejumlah unsur masyarakat setempat.


Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk mendengarkan arahan sekaligus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata budaya Pagar Dewa.


Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa selanjutnya akan terus melakukan inventarisasi dan pemetaan potensi, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang masih ada.


Dengan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, tiyuh dan masyarakat, Pagar Dewa diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa kehilangan jati diri dan kearifan lokalnya. (Red)

Oktober 20, 2026

Sekda Rustam Effendi Buka KKN Berdampak Angkatan ke 20 IABN-2026

Lampung Timur | Prokontra.news | - Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Si., Akt., CA., CMA., secara resmi mewakili Bupati Lampung Timur membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-20 Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang. Acara pembukaan berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, pada Senin 19/10/2026.Mengusung semangat "Membangun Sinergi Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat untuk Lampung Timur Berjaya", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjembatani ilmu akademik dengan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.Sekda Rustam Effendi menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran para mahasiswa di Bumi Tuwah Sepatmo. Beliau berpesan agar para mahasiswa dapat mengintegrasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan realita kehidupan masyarakat, serta turut memberikan dampak positif, inovasi, dan semangat gotong royong di lokasi pengabdian masing-masing. 

Kegiatan Acara kebersamaan ini, dihadiri oleh Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Dr. Li. Edi Rama Wijaya Putra, M.Pd.; Wakil Ketua I, Dr. Puja Subekti, S.Ag., M.Pd., M.M.; Kabag AUAK, Widya Wimam Sidi, M.Pd.; Kasubbag TU, Ibu Endang Agus Mintarsih, S.Ag.; serta Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ibu Puji Purwaningsih, S.Ag.

Serta turut hadir pula Ketua MBI Pusat, Romo Amin Untario; Ketua DPD Walubi Provinsi Lampung, Bapak Christian Chandra, S.H., S.Sos., M.M.; Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Dr. H. Rokhman; para Ketua/Romo Wihara Posko KKN; jajaran dosen pembimbing lapangan; panitia; serta seluruh mahasiswa peserta KKN. 

Pengirim berita : Imannurrohim  
Oktober 20, 2026

Puskemas Sungai Pinang Laksanakan Cek Kesehatan Gratis "Terintegrasi dan Tracing Kasus"

Ogan Ilir | Prokontra.news | -  Puskesmas Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan (Sumsel), melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi dengan penelusuran (tracing) kasus Tuberkulosis (TBC) bagi warga Desa Talang Dukun, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Desa Talang Dukun dan disambut antusias oleh sekitar 100 warga setempat.Kepala Puskesmas Sungai Pinang, Parida, S.K.M., M.AP  yang memimpin langsung jalannya pemeriksaan menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan dan risiko penyakit sejak dini di tengah masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pinang."Hari ini kita melaksanakan program tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Talang Dukun. Langkah ini penting agar kita dapat mengetahui kondisi kesehatan warga secara dini sehingga jika ditemukan adanya penyakit, bisa segera ditangani dan diobati secepat mungkin," ujar Parida di sela-sela kegiatan.Dalam pemeriksaan tersebut, perhatian khusus diberikan pada penanganan kasus TBC. Parida menegaskan, bagi warga yang terindikasi mengidap TBC, seluruh proses pengobatan di Puskesmas Sungai Pinang disediakan secara gratis selama enam bulan. Selama masa pengobatan, pasien juga akan didampingi dan dipantau secara berkala oleh kader kesehatan desa.


"Bagi masyarakat yang mengalami gejala TBC, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh selama dua minggu atau lebih, kami mengimbau untuk tidak takut memeriksakan diri ke Puskesmas. Pengobatannya gratis penuh. Jika terdeteksi lebih awal, penyakit ini bisa segera disembuhkan dan mencegah risiko penularan kepada orang lain," jelasnya.


Selain itu, Parida juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak memberikan stigma atau mengucilkan penderita TBC. Sebaliknya, dukungan emosional dan semangat sangat dibutuhkan agar penderita disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas.


Program Cek Kesehatan Gratis ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kesehatan pemerintah yang disediakan tanpa biaya bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia (lansia). Selain menyasar desa dan kelurahan, Puskesmas Sungai Pinang sebelumnya telah menjalankan program pemeriksaan ini di seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Sungai Pinang.


Saat ini, capaian sasaran pemeriksaan CKG di wilayah Puskesmas Sungai Pinang baru mencapai sekitar 20% dari 46% total target keseluruhan yg harus di capai. Oleh karena itu, pihak Puskesmas terus mengintensifkan jemput bola ke berbagai desa.


Untuk mendapatkan layanan pemeriksaan gratis ini, warga cukup membawa dokumen kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).


Melalui program ini, Puskesmas Sungai Pinang berharap dapat mendorong transformasi pelayanan kesehatan dari yang berorientasi pada pengobatan (kuratif) menjadi pencegahan (preventif), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.


Pengirim berita : Aprianto.

Oktober 20, 2026

Atas Instruksi Gubernur, Wagub Jihan Pimpin Kolaborasi Pemprov, TNI-Polri dan Pemkab - Pemkot "Padamkan Api TPA Bandara Jaya"

Bandar Lampung | Prokontra.news | -  Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar jaya di Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung yang terjadi sejak Minggu (18/10/2026) siang, berangsur terkendali pada Senin pagi (19/10/2026).

Kebakaran yang melanda area sekitar 1,5 hektare tersebut sempat menimbulkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengguna Jalan Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter), terutama di sekitar KM 131 hingga KM 132, dan sempat memicu kecelakaan lalu lintas antara Toyota Rush dan truk Fuso pada Minggu sore. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi menyampaikan bahwa api masih tersisa di bagian ujung tumpukan sampah.

"Api masih ada di paling ujung. Saat ini, tiga ekskavator, dua dari Kabupaten Lampung Tengah dan satu dukungan dari BMBK Provinsi Lampung masih beroperasi untuk mengurai timbunan di bawah bara api," ujar Aswarodi, pada Senin (19/10/2026).

Atas instruksi Gubernur Lampung, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela turun langsung ke lokasi untuk mengoordinasikan penanganan dan memastikan dukungan peralatan.

Bantuan yang dikerahkan meliputi:

✓- 3 unit ekskavator (2 dari Lamteng, 1 dari BMBK Provinsi)

✓- 12 unit mobil pemadam kebakaran gabungan (2 unit dari Kota Bandar Lampung, masing-masing 1 unit dari Kota Metro, Lampung Selatan, Pesawaran, ditambah Damkar Lamteng, BPBD, TNI-Polri)

✓- Personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, BMBK, BPBD Kabupaten/Kota.

"Unit-unit pemadam kebakaran sampai pagi hari ini masih tetap standby untuk melakukan pemadaman dan pendinginan," kata Aswarodi.

Sementara itu, kebakaran lahan di sekitar Gerbang Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang pada 16 Oktober 2026 lalu dipastikan telah tuntas dan padam sepenuhnya.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung terus memantau dan akan memperbarui informasi penanganan setiap 6 jam.

Imbauan:

-Pengguna Tol Bakter diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan mengikuti arahan petugas di KM 107 hingga KM 132. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah secara terbuka dan segera melapor ke BPBD/Damkar/TNI-Polri jika menemukan titik api. (ADV)